Pedoman Penulisan

Pedoman Penulisan Naskah Ilmiah

Redaksi SMA Kristen 1 Soe menerima naskah karya tulis ilmiah dari siswa, guru, maupun peneliti umum dengan ketentuan sebagai berikut:

1. Ketentuan Umum

  • Naskah harus merupakan karya orisinal dan belum pernah dipublikasikan di platform lain.
  • Topik naskah berkaitan dengan Sains, Teknologi, Sosial, atau Pendidikan.
  • Bahasa yang digunakan adalah Bahasa Indonesia yang baku sesuai PUEBI.

2. Struktur Naskah

Setiap naskah yang dikirimkan wajib mengikuti urutan berikut:

Judul: Maksimal 15 kata, lugas, dan informatif.

Identitas Penulis: Nama lengkap (tanpa gelar untuk badan artikel), instansi, dan email.

Abstrak: Ringkasan penelitian (150-250 kata) yang mencakup tujuan, metode, dan hasil.

Kata Kunci: 3-5 kata yang mewakili isi penelitian.

Pendahuluan: Latar belakang dan tujuan penelitian.

Metode: Penjelasan singkat cara pengambilan data atau analisis.

Hasil dan Pembahasan: Inti dari temuan penelitian.

Kesimpulan: Jawaban dari tujuan penelitian.

Daftar Pustaka: Menggunakan format APA Style.

3. Format Dokumen

  • File dikirim dalam format .docx atau .pdf.
  • Gunakan font Times New Roman ukuran 12pt dengan spasi 1.5.

4. Pengiriman Naskah

Naskah dapat dikirimkan melalui email resmi redaksi di:

smakristen1soeae@gmail.com

Subjek Email: KaryaIlmiah_NamaPenulis_JudulSingkat

Dampak Kecerdasan Buatan (AI) terhadap Literasi Digital

Analisis Dampak Implementasi Kecerdasan Buatan terhadap Transformasi Literasi Digital di Era Society 5.0

Oleh: Nyongki Bako, S. Kom., Gr. | Kategori: Teknologi Pendidikan | 7 Maret 2026

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana integrasi Kecerdasan Buatan (AI) mengubah lanskap literasi digital masyarakat. Dengan menggunakan metode studi literatur, artikel ini menelaah pergeseran kemampuan kritis individu dalam memproses informasi yang dihasilkan secara otomatis. Hasil kajian menunjukkan bahwa AI bertindak sebagai pedang bermata dua: meningkatkan efisiensi akses informasi sekaligus menghadirkan tantangan baru dalam validasi kebenaran data (hoaks generatif).

1. Pendahuluan

Memasuki era Society 5.0, batas antara ruang siber dan ruang fisik semakin menipis. Salah satu penggerak utamanya adalah Artificial Intelligence (AI). Literasi digital yang sebelumnya hanya berfokus pada kemampuan mengoperasikan perangkat, kini berkembang menjadi kemampuan untuk berkolaborasi dengan algoritma. Namun, ketergantungan yang tinggi terhadap AI memunculkan pertanyaan kritis: Apakah AI mempercerdas masyarakat atau justru mengikis kemampuan berpikir kritis?

2. Metodologi

Karya ilmiah ini disusun menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka (library research). Data dikumpulkan dari berbagai jurnal ilmiah bereputasi, laporan tren teknologi global tahun 2024-2025, dan observasi pada penggunaan alat AI generatif di lingkungan akademik.

3. Pembahasan

3.1 AI sebagai Akselerator Informasi

AI memungkinkan personalisasi konten yang sangat akurat. Algoritma pembelajaran mesin membantu pengguna menemukan referensi ilmiah dalam hitungan detik, yang secara teoritis meningkatkan produktivitas intelektual.

3.2 Tantangan Etika dan Validitas

Tantangan utama dalam literasi digital baru adalah fenomena hallucination pada AI, di mana sistem memberikan jawaban yang tampak meyakinkan namun secara faktual salah. Individu dituntut memiliki "Literasi AI" (AI Literacy) untuk mampu mengkurasi hasil dari mesin.

Poin Penting: Literasi digital masa depan bukan lagi tentang cara mencari informasi, melainkan tentang cara meragukan dan memverifikasi informasi.

4. Hasil dan Temuan

Berdasarkan analisis, terdapat tiga pilar baru dalam literasi digital di era AI:

  • Verification Ability: Kemampuan membedakan konten buatan manusia dan mesin.
  • Prompt Engineering: Kemampuan berdialog dengan AI untuk hasil yang etis dan akurat.
  • Data Privacy Awareness: Pemahaman tentang bagaimana data pribadi digunakan untuk melatih model AI.

5. Kesimpulan

Implementasi AI dalam kehidupan sehari-hari tidak dapat dihindari. Literasi digital harus berevolusi menjadi literasi yang lebih kritis dan etis. Pendidikan formal perlu memasukkan kurikulum pemahaman algoritma agar masyarakat tidak hanya menjadi konsumen pasif, tetapi juga pengguna AI yang bijak dan berdaya.

Daftar Pustaka

  • Fauzi, A. (2025). Human-AI Collaboration in Modern Education. Journal of Tech-Pedagogy.
  • UNESCO. (2024). Guidance for Generative AI in Education and Research.
  • Smith, J. (2024). The Algorithmic Society. Oxford University Press.

CARA MENGUTIP ARTIKEL INI (APA 7th):

Bako, N. (2026). Analisis Dampak Implementasi Kecerdasan Buatan terhadap Transformasi Literasi Digital di Era Society 5.0. SMA Kristen 1 Soe Publikasi Ilmiah. https://www.smakerone.com/dampak-ai-literasi-digital